Para perokok menjadi salah satu kelompok yang memiliki resiko tertinggi paling tinggi tertular Covid-19, selain kelompok yang memiliki penyakit bawaan.
Hal ini ditegaskan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui laman resminya pada 24 maret lalu.
Aktivitas fisik
Alasan pertama dikarenakan aktivitas fisik dari kegiatan merokok itu sendiri. Aktivitas merokok yang melibatkan kontrak jari tangan dengan bibir secara intens memungkinkan virus berpindah dari tangan ke mulut dengan lebih mudah.
"Para perokok lebih rentan terhadap Covid-19 karena jari yang digunakan untuk mengapit rokok, atau bahkan rokok itu sendiri terkontaminasi dengan virus, dapat menyentuh bibir. Ini meningkatkan kemungkinan virus berpindah dari tangan ke mulut," tulis WHO dalam penjelasnnya".
Penyakit yang timbul
Sementara alasan kedua lebih pada kondisi kesehatan yang disebabkan oleh orang yang telah terbiasa merokok.
Perokok biasanya sudah memiliki masalh pada paru-paru yang diakibatkan oleh zat-zat yang terisap dalam aktivitas merokok yang dilakukan dalam waktu lama.
BACA JUGA :
- 5 Tips Sehat Mengatasi Lemak Perut
- Maverick Vinales Pikirkan Hengkang dari Yamaha
- Berolahraga Dua Kali Sehari, Sehat atau Malah Berbahaya?
- Banyak Jalur Sepeda di Jakarta, Ini Harapan Para Pegowes
Sementara alasan kedua lebih pada kondisi kesehatan yang disebabkan oleh orang yang telah terbiasa merokok.
Perokok biasanya sudah memiliki masalh pada paru-paru yang diakibatkan oleh zat-zat yang terisap dalam aktivitas merokok yang dilakukan dalam waktu lama.
BACA JUGA :
- 5 Tips Sehat Mengatasi Lemak Perut
- Maverick Vinales Pikirkan Hengkang dari Yamaha
- Berolahraga Dua Kali Sehari, Sehat atau Malah Berbahaya?
- Banyak Jalur Sepeda di Jakarta, Ini Harapan Para Pegowes
